Tuesday, August 14, 2018
5 Aksi Jokowi Mengejutkan Saat Kunjungi Korban Gempa Lombok
Presiden Jokowi bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja mengunjungi para korban gempa Lombok.
ni adalah kalli kedua Jokowi mendatangi Lombok yang diterjang gempa besar.
Selain memantau langsung kondisi korban dan bantuan terhadap korban gempa, Jokowi itu melakukan sejumlah aktivitas yang menyita perhatian, apa itu?
1. Jadi Imam Salat
Jokowi melantunkan ayat Alquran saat memimpin Salat Magrib di tenda posko darurat gempa Lombok. Menurut Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, bacaan Salat Jokowi cukup baik dan jelas.
"Ternyata bacaan beliau sangat terang. Rakaat pertama membaca surat Al-Humazah dan rakaat kedua membaca surat Al-Quraish," ucap mantan politikus Partai Demokrat itu.
Jokowi menjadi imam berawal saat dia tengah menggelar rapat di posko utama penanganan gempa. Tepatnya di Dusun Karangkates, Kecamatan Gangga, di Lombok Utara. Wilayah ini merupakan kawasan terparah terkena dampak gempa Lombok.
Dia lalu meminta TGB untuk menjenguk warga yang terdampak gempa. Saat hari mulai petang, Jokowi mengajak rombongan salat bersama berikut warga.
Momen tersebut sempat ditulisnya dalam akun Facebook-nya yang diunggah pada Selasa (14/8/2018).
"Salat magrib bersama warga digelar di musala darurat berupa tenda beratap terpal dan berdinding plastik," kata Jokowi.
2. Menginap di Tenda
Selain mengunjungi para korban gempa Lombok, Jokowi juga berencana meninjau rumah sakit lapangan, trauma healing, dan sejumlah posko-posko pengungsian.
Untuk itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini memutuskan menginap bersama warga Lombok di tenda pengungsian.
Hal ini dibenarkan oleh Menteri Sosial Idrus Marham, bahwa Jokowi akan menginap di tenda yang telah disiapkan.
Selama di Lombok, Jokowi juga akan menyerahkan bantuan secara langsung kepada para korban.
3. Kenalkan Konstruksi Rumah Tahan Gempa
Usai meninjau dapur umum, posko pengungsian, ruang gembira anak-anak, dan rumah sakit lapangan, Presiden Jokowi berdialog dengan sejumlah pengungsi untuk menanyakan apa yang paling mereka butuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, dia berjanji akan membantu perbaikan tempat tinggal warga yang rusak akibat gempa.
"Nanti gotong royong dan dibantu pemerintah. Yang rusak berat Rp50 juta, yang rusak sedang Rp25 juta," kata Jokowi.
Jokowi juga sempat memperkenalkan rumah tahan gempa bagi warga Lombok, yaitu Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).
4. Memberi Semangat Anak-Anak Korban Gempa
Saat meninjau korban gempa di Dusun Trengan, Kecamatan Pemenang Timur, Kabupaten Lombok Utara, Jokowi bertemu dengan sejumlah siswa korban gempa.
Banyak anak bertanya bagaimana dengan sekolah mereka yang kini hancur, sementara Ujian Nasional (UN) akan segera tiba.
Mendengar curahan hati anak-anak korban gempa Lombok, Jokowi mengajak mereka tak putus asa dan tetap bersemangat. Dia menjanjikan, sekolah akan dibangun dalam dua minggu lagi.
5. Jokowi Dibonceng TGB
Akses jalan yang rusak parah akibat gempa 7 SR, cukup menghambat aliran bantuan yang akan diberikan pada warga yang belum mendapat pertolongan.
Karenanya saat berkunjung ke Dusun Trengan, Kecamatan Pemenang Timur, Presiden Jokowi menggunakan sepeda motor dengan dibonceng Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi.
73 Tahun Gelap, Distrik di Papua Ini Terang di Tangan Jokowi
Senja di langit sore menjadi saksi sejarah di sebuah wilayah pedalaman Papua, tepatnya Distrik Puldama, Kabupaten Yahukimo. Tak seperti malam-malam sebelumnya, cahaya lampu yang menghiasi Honai (rumah tradisional) mamah-mamah Papua, memendarkan cahaya di langit Puldama.
Setelah 73 tahun hidup dalam gelap, warga Puldama, Papua kini bisa merdeka, dapat menikmati terang di waktu malam berkat hadirnya 1.085 paket Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di wilayah mereka.
Distrik Puldama merupakan salah satu wilayah yang berada di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal), yang menjadi prioritas pembagian program LTSHE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Untuk menuju ke sana, belum ada akses jalan darat yang menghubungkan pusat Kabupaten Yahukimo dengan Distrik Puldama. Yang ada, hanya jalan setapak melalui hutan dan jurang yang ditempuh selama kurang lebih 2 hari dengan berjalan kaki.
Karena itu, satu-satunya cara efektif untuk mengakses lokasi mengangkut logistik yaitu dengan mengandalkan jalur udara.
LTSHE pun dikirimkan bertahap ke wilayah yang terdiri dari 8 kampung, yaitu Kampung Puldama, Bako, Semlu, Kasen, Baro, Balsek, Eskok, dan Pamek.
Untuk menuju ke masing-masing kampung, tantangannya cukup berat. Masing-masing kampung dipisahkan oleh bukit atau jurang, dengan akses menuju dan keluar distrik melalui landasan pesawat kecil (air strip) sepanjang 600 meter yang berada di Kampung Puldama.
Dari pusat distrik Puldama, warga yang menerima LTSHE harus memanggul paket berisikan panel surya, 4 lampu LED, kabel/hub, USB charger, dan tiang penyangga menuju Honai mereka masing-masing.
Perbaiki Kesehatan
Untuk menuju ke suatu kampung di Distrik Puldama, jaraknya bervariasi ada yang hanya berjarak 2 kilometer, ada pula kampung terjauh di balik pegunungan yang jaraknya lebih dari 15 kilometer.
Di satu Kampung, yaitu Kampung Kasen, salah seorang warga bernama Rimba Kuebu, memasang LTSHE dibantu teknisi pemasang LTSHE dan warga kampungnya. Sekitar 30 Honai di Kampung Kosen malam itu terang benderang.
Tak hanya terang, Rimba berharap, hadirnya LTSHE juga turut meningkatkan kesehatan warga Puldama.
"Dulu kami banyak kena sakit pernafasan, mungkin karena tiap malam kami tinggal di Honai toh, kena asap api, biar hangat dan terang. Sekarang sudah ada lampu, bisa jauh-jauh dari api, tidak banyak sakit lagi," ungkap Rimba.
Hal ini juga diungkapkan Kepala Puskesmas Puldama, Yakobus Simalya yang siang itu sempat membantu tetangganya di Kampung Bako memasang LTSHE.
"Di sini paling banyak penyakit ISPA, insfeksi saluran pernafasan atas, juga asma, jadi itu kami prediksi karena di Honai dapur itu sangat dekat dengan tempat tidur, mereka hirup asap dari api, ditambah warga sini sering naik turun gunung dengan beban yang cukup berat, udara juga dingin, banyak asma.
Dia berharap adanya penerangan lampu ini bisa membuat warga lebih sehat, karena tidak lagi menghirup asap dari api pembakaran.
"Bisa terpisah jauh dapur dengan lampu dan tempat tidur, asap berkurang toh," ujar dia.
Tak hanya itu, Yakobus berharap hadirnya LTSHE ini akan menjadikan anak-anak juga bisa belajar di Honai mereka saat malam.
"Di sini tidak ada anak belajar malam, karena gelap. Sekarang mereka bisa belajar, semoga bisa semakin pintar, bisa lanjut ke sekolah tinggi," ungkap lulusan D3 Kesehatan dari Sekolah Tinggi di Jayapura itu.
Di Distrik Puldama sendiri, hanya terdapat 1 Sekolah Dasar Inpres yang menampung lebih dari 600 siswa. SD ini diampu seorang Kepala Sekolah dan 4 orang guru bantu. Untuk melanjutkan ke SMP, anak-anak harus pergi ke Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo, atau ke Wamena dan yang ditempuh melalui perjalanan udara.
Deretan pegunungan di Kabupaten Yahukimo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua dengan akses yang sulit untuk dijangkau, Puldama salah satunya.
Berdasarkan letak geografisnya, Yahukimo termasuk daerah tertinggal dengan medan yang sulit dijangkau dan belum teraliri listrik. Oleh karenanya, Yahukimo menjadi salah satu titik prioritas penerima manfaat dari program LTSHE yang dicanangkan Pemerintah sejak tahun 2017 tersebut.
Pada tahun ini Kementerian ESDM menargetkan 175 ribu unit LTSHE dibagikan, menyasar ke 15 provinsi di daerah yang terisolir dan sulit dijangkau jaringan PLN. APBN yang dialokasikan sekitar Rp600 miliar.
"Tahun ini lebih dari 175 ribu rumah kita bagikan LTSHE. Tahun depan 150 ribu lagi, kalau bisa ajukan sesegera mungkin, tapi mohon dirawat," ungkap Menteri ESDM dalam kunjungan kerja ke Jambi, 7 Agustus 2018.
Pedalaman Jadi Prioritas
Program LTSHE merupakan salah satu instrumen untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat mendapatkan akses energi sebagai upaya mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menteri Jonan berharap melalui penerangan listrik rumah akan mampu meningkatkan kualitas hidup dan peningkatan ekonomi masyarakat di daerah tertinggal, terluar dan terdepan.
Tahun ini, alokasi LTSHE diprioritaskan untuk masyarakat di wilayah Indonesia Timur yang Rasio Elektrifikasinya masih kurang. Untuk Papua sendiri (Provinsi Papua dan Papua Barat) mendapatkan alokasi LTSHE lebih dari 60 persen.
"Kami prioritaskan lebih dari 60 persen penerima LTSHE ada di tanah Papua. Untuk Distrik Puldama sendiri total ada 1085 paket, 1 paket itu untuk 1 keluarga. Sementara di seluruh kabupaten Yahukimo ada 46.398 unit dibagikan," terang Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Dadan Kusdiana dalam sambutannya sesaat sebelum pemasangan LTSHE di Distrik Puldama, Yahukimo, Papua, Sabtu, 11 Agustus 2018 lalu.
Dadan menyebutkan, saat ini Rasio Elektrifikasi Provinsi Papua baru mencapai 72,04 persen, masih di bawah rasio elektrifikasi nasional yang per Juni 2018 telah mencapai 97,13 persen, meskipun masih ada yang lebih rendah, yaitu provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan rasio elektrifikasi 60,82 persen.
Menyoal sumbangan LTSHE pada rasio elektrifikasi, dari total 97,13% rasio elektrifikasi nasional, PLN berkontribusi 94,65 persen, sementara non PLN (pembangkit off grid) menyumbang 2,36 persen, sisanya dari LTSHE sebesar 0,12 persen.
LTSHE sendiri program terobosan Pemerintah dalam menerangi masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik khususnya pada desa-desa yang masih gelap gulita, yang jumlahnya mencapai lebih dari 2.500 desa di seluruh Indonesia.
Paket LTSHE akan dibagikan kepada penerima manfaat yang berada di kawasan perbatasan, daerah tertinggal, daerah terisolir dan pulau terdepan atau jauh dari jangkauan PLN.
Hal ini merupakan perwujudan dari Nawacita Jokowi-JK khususnya Nawacita ke-3, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
Tuesday, August 7, 2018
Wouw! Beef Noodle Soup Ini Harganya Rp 29 Juta Per Mangkuk
Beef noodle soup milik salah satu restoran di Hebei, Cina ini viral. Harganya fantastis, satu mangkuknya dijual seharga Rp 29 juta!
Ban mian atau lebih dikenal dengan nama beef noodle soup merupakan salah satu makan favorit. Mie mulur berkuah kaldu gurih dengan irisan daging sapi ini punya rasa yang lezat.
Sajian ini sebenarnya tidak termasuk dalam kategori makanan mewah. Walau demikian, ada satu restoran asal Taiwan yang dicap sebagai restoran beef noodle soup termahal di dunia. Restoran itu bernama Niu Ba Ba
Di sana, semangkuk beef noodle dijual seharga Rp 3.9 juta. Tak memakai berlian maupun bahan-bahan langka, beef noodle ini merupakan beef noodle biasa racikan Chef Wang Cong-yuan.
Keistimewaan beef noodle soup racikan Wang ada pada kualitas daging sapi, potongan daging, teknik pembekuan, teknik pencampuran kaldu, kualitas mi, dan bumbu minimalis.
Wang menggunakan daging berkualitas yang diimpor dari Jepang, Australia, Amerika Serikat, dan Brazil. Ia memotong daging berlawan arah dengan serat serta dalam bentuk khusus. Sehingga daging akan bertemu tendon.
Ia juga merebus daging perlahan selama 3 hari dan membekukan potongan daging. Untuk supnya, ia menggunakan 5-6 kaldu berbeda. Mulai dari kaldu tendon, tenderloin, hingga tulang.
Tapi baru-baru ini ada beef noodle soup berharga fantastis. Harganya mengalahkan beef noodle soup milik Wang. Beef noodle soup itu milik salah satu restoran di Hebei, Cina. Semangkuk beef noodle soupnya dibanderol sebesar 13800 yuan (Rp 27 juta).
Dikutip dari Asia One (6/8), manager restoran itu mengatakan kalau sejak enam bulan dikeluarkan, telah terjual empat mangkuk beef noodle soup. Dilihat dari menunya, keistimewaan beef noodle ini ada pada bahan-bahan yang dipakai. Anehnya, sang pemilik hanya mencantumkan kalau ia menggunakan bahan-bahan dari 'langit, darat, dan laut'.
Selain itu, restoran tersebut juga punya varian beef noodle soup yang dipadu dengan lobster Australia seberat 1.2 kg dengan campuran herbal Cina, Cordyceps Sinesis alias jamur langka yang hanya tumbuh di dataran tinggi Cina.
Jamur itu sendiri dipercaya bisa meningkatkan stamina pria dewasa. Harga semangkuk beef noodle unik ini dibanderol sebesar 398 yuan (Rp 839 ribu).
Banyak warga yang merasa aneh dengan beef noodle berharga puluhan juta rupiah itu. Karenanya salah seorang netizen memotret buku menunya dan mengunggahnya ke media sosial.
Melihat hal ini, banyak netizen yang berkomentar kalau harga itu sengaja dipasang pemilik restoran untuk menarik pengunjung. Bahkan ada yang bilang kalau harga semangkuk beef noodle ini sama dengan harga satu ekor sapi seperti dilaporkan NextShark (7/8).
Hingga kini, belum ada tanggapan terkait hal ini dari pihak restoran.
Terungkap! Pembunuh Ferin Juga Bakar Perempuan Lain pada 2011
Pembunuh Ferin Diah Anjani (21) akhirnya ditangkap polisi. Kepada polisi, pelaku berinisial KA ini mengaku juga membunuh perempuan lain dan membakar jasad korbannya itu pada 2011 silam.
"Dan ini juga setelah kita interogasi, pelaku ini melakukan hal yang sama pada tahun 2011, dengan motif mengambil mobil korban. Dengan TKP di Todanan yang dulu sampai sekarang belum terungkap itu," ujar Kapolres Blora AKBP Saptono kepada wartawan di kantornya, Selasa (7/8/2018).
Polisi menduga pelaku kembali mengulangi perbuatannya karena aksinya pada tahun 2011 tidak terungkap.
"Jadi karena mungkin dulu pernah melakukan hal yang sama, berpikiran seperti itu tidak bisa terungkap, jadi diulangi lagi dia (pelaku)," imbuhnya.
Polisi masih mendalami kasus ini. Pelaku diketahui seorang karyawan yang bertugas di front office sebuah hotel di Semarang.
KA yang merupakan warga Kecamatan Kunduran, Blora ini diketahui tinggal di kosnya di Semarang. Dia menghabisi Ferin di sebuah kamar hotel di Kota Semarang.
"Pelaku ini padahal kerjanya front office hotel lho, gajinya ya harusnya mencukupi, apalagi dia ini (lulusan) S1. Beda, hotelnya tempat pelaku kerja sama TKP dia membunuh korban ini beda hotel," kata Saptono.
Subscribe to:
Posts (Atom)













